Title Ad

Blog Ekonomi

Blog Ekonomi
Blog Ekonomi

Wednesday, June 19, 2013

Emas Berpotensi Turun

 Pada perdagangan hari ini harga emas tampak kembali berpotensi mengalami penurunan (19/06). Harga emas jenis LLG membukukan penurunan tajam di akhir perdagangan dini hari tadi seiring dengan tekanan yang ditimbulkan akan rally-nya bursa saham. Pada sesi perdagangan di Asia siang hari ini kemungkinan penurunan kembali terbuka karena para investor masih dilanda kekhawatiran mengenai kemungkinan pengurangan/penghentian program stimulus moneter oleh The Fed.
Harga emas mengalami penurunan untuk tiga hari berturut-turut. Saat ini minat para pelaku pasar terhadap emas yang merupakan investasi safe haven sudah jauh berkurang. Kenaikan bursa saham di tengah harapan bahwa The Fed akan mempertahankan program stimulus di level yang berjalan saat ini memberikan dorongan bagi kenaikan bursa saham.
Melemahnya harga emas juga disebabkan oleh turunnya pembelian fisik di China dan India. Kedua negara ini merupakan konsumen emas utama dunia.
Harga emas spot pada perdagangan hari ini tampak berada di posisi 1365.55 dollar per troy ons. Harga emas siang ini mengalami penurunan sebesar 2.10 dolar dibandingkan posisi penutupan perdagangan perdagangan dini hari tadi yang ada di 1367.45 dollar per troy ons. Sementara itu harga emas berjangka Comex tampak mengalami kenaikan sebesar 2 dollar.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga emas masih berpotensi mengalami penurunan. Pasar masih menantikan pengumuman kebijakan moneter Fed untuk menentukan apakah stimulus akan benar-benar dikurangi atau masih dipertahankan. Untuk sementara harga emas diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 1360 – 1390 dollar.

Harga minyak bertahan

Pada perdagangan elektronik di Asia hari ini harga minyak mentah tampak masih bertahan di kisaran tertinggi dalam sembilan bulan belakangan (19/06). Harga komoditas ini melemah tipis saja, masih tertahan oleh laporan bahwa pasokan minyak mentah di AS mengalami penurunan signifikan minggu lalu.
Harga minyak mentah mengalami kenaikan sebesar 0.7 persen di akhir perdagangan dini hari tadi. Pasokan minyak mentah AS mengalami penurunan sebesar 4.3 juta barel, menurut America Petroleum Institute. Laporan pasokan resmi dari Departemen Energi AS akan diumumkan hari ini dan diperkirakan akan menunjukkan bahwa pasokan mengalami penurunan sebesar 500,000 barel.
Harga minyak mentah berjangka jenis WTI untuk kontrak pengiriman bulan Juli tampak mengalami penurunan sebesar 8 sen dan ditransaksikan pada posisi 98.36 dollar per barel siang ini. Harga minyak mentah WTI mengalami kenaikan sebesar 67 sen di akhir perdagangan dini hari tadi dan berakhir di level 98.44 dollar per barel. Harga penutupan tersebut merupakan yang paling tinggi sejak tanggal 14 September 2012 yang lalu. Kontrak paling aktif selanjutnya yaitu kontrak Agustus tampak mengalami penurunan sebesar 11 sen dan diperdagangkan pada posisi 98.56 dollar per barel.
Sementara itu harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman bulan Agustus juga tampak mengalami pergerakan yang nyaris stagnan. Harga kontrak ini hanya mengalami penurunan 1 sen dan diperdagangkan pada posisi 106.01 dollar per barel.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah hari ini akan mengalami penurunan terbatas. Untuk hari ini harga minyak mentah diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 97.75 – 99.00 dollar per barel.

Harga Emas LLG Sesi Asia Kembali Melemah; Pasar Emas Kurangi Greget

 Pada perdagangan hari ini harga emas tampak kembali berpotensi mengalami penurunan (19/06). Harga emas jenis LLG membukukan penurunan tajam di akhir perdagangan dini hari tadi seiring dengan tekanan yang ditimbulkan akan rally-nya bursa saham. Pada sesi perdagangan di Asia siang hari ini kemungkinan penurunan kembali terbuka karena para investor masih dilanda kekhawatiran mengenai kemungkinan pengurangan/penghentian program stimulus moneter oleh The Fed.
Harga emas mengalami penurunan untuk tiga hari berturut-turut. Saat ini minat para pelaku pasar terhadap emas yang merupakan investasi safe haven sudah jauh berkurang. Kenaikan bursa saham di tengah harapan bahwa The Fed akan mempertahankan program stimulus di level yang berjalan saat ini memberikan dorongan bagi kenaikan bursa saham.
Melemahnya harga emas juga disebabkan oleh turunnya pembelian fisik di China dan India. Kedua negara ini merupakan konsumen emas utama dunia.
Harga emas spot pada perdagangan hari ini tampak berada di posisi 1365.55 dollar per troy ons. Harga emas siang ini mengalami penurunan sebesar 2.10 dolar dibandingkan posisi penutupan perdagangan perdagangan dini hari tadi yang ada di 1367.45 dollar per troy ons. Sementara itu harga emas berjangka Comex tampak mengalami kenaikan sebesar 2 dollar.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga emas masih berpotensi mengalami penurunan. Pasar masih menantikan pengumuman kebijakan moneter Fed untuk menentukan apakah stimulus akan benar-benar dikurangi atau masih dipertahankan. Untuk sementara harga emas diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 1360 – 1390 dollar.

Harga Minyak Mentah Turun Tipis dari Level 9 Bulan Tertinggi

Pada perdagangan elektronik di Asia hari ini harga minyak mentah tampak masih bertahan di kisaran tertinggi dalam sembilan bulan belakangan (19/06). Harga komoditas ini melemah tipis saja, masih tertahan oleh laporan bahwa pasokan minyak mentah di AS mengalami penurunan signifikan minggu lalu.
Harga minyak mentah mengalami kenaikan sebesar 0.7 persen di akhir perdagangan dini hari tadi. Pasokan minyak mentah AS mengalami penurunan sebesar 4.3 juta barel, menurut America Petroleum Institute. Laporan pasokan resmi dari Departemen Energi AS akan diumumkan hari ini dan diperkirakan akan menunjukkan bahwa pasokan mengalami penurunan sebesar 500,000 barel.

Harga Minyak Mentah Turun Tipis dari Level 9 Bulan Tertinggi
Harga minyak mentah berjangka jenis WTI untuk kontrak pengiriman bulan Juli tampak mengalami penurunan sebesar 8 sen dan ditransaksikan pada posisi 98.36 dollar per barel siang ini. Harga minyak mentah WTI mengalami kenaikan sebesar 67 sen di akhir perdagangan dini hari tadi dan berakhir di level 98.44 dollar per barel. Harga penutupan tersebut merupakan yang paling tinggi sejak tanggal 14 September 2012 yang lalu. Kontrak paling aktif selanjutnya yaitu kontrak Agustus tampak mengalami penurunan sebesar 11 sen dan diperdagangkan pada posisi 98.56 dollar per barel.
Sementara itu harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman bulan Agustus juga tampak mengalami pergerakan yang nyaris stagnan. Harga kontrak ini hanya mengalami penurunan 1 sen dan diperdagangkan pada posisi 106.01 dollar per barel.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah hari ini akan mengalami penurunan terbatas. Untuk hari ini harga minyak mentah diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 97.75 – 99.00 dollar per barel.

Jelang Bulan Ramadhan, Harga Minyak Sawit Terus Meroket

Pergerakan positif masih terjadi pada harga minyak kelapa sawit. Solidnya tren positif terus terbentuk pada komoditi bahan baku minyak nabati dan minyak goreng tersebut dipengaruhi oleh gelombang kenaikan permintaan pasar jelang masuknya bulan Ramadhan yang beberapa pekan lagi akan datang.
Gejala historikal tersebut seperti biasa meningkatkan permintaan akan minyak goreng di beberapa negara berpenduduk mayoritas Muslim seperti Indonesia, Malaysia dan Pakistan seiring dengan naiknya kebutuhan akan produk-produk pangan selama sebulan penuh.
Harga minyak kelapa sawit mengalami kenaikan sebesar 0,7% menjadi 2480 ringgit atau 786 dollar per metrik ton di Bursa Malaysia Derivatives. Level tersebut merupakan harga tertinggi sejak 25 Maret lalu. Disaat yang bersamaan pemerintah Malaysia menyatakan bahwa dalam 15 hari pertama bulan Juni ini, ekspor minyak kelapa sawit telah mengalami kenaikan 18% menjadi 709.860 ton.

Dalam jangka pendek, Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting memprediksi bahwa harga minyak kelapa sawit akan masih berpeluang mengalami kenaikan dan tidak menutup kemungkinan akan menyentuh level 2500 ringgit per metrik ton pada pekan ini yang dimana harga minyak mentah juga masih bercokol dalam level tertingginya dalam 4 bulan terakhir.

Akankah Kelemahan USD Terus Berlangsung?

Citi masih menyimpulkan bahwa dolar AS yang underperform kemungkinan hanya sementara.
Dolar AS kemungkinan sampai pada akhirnya dengan cepat jika the Fed mengecewakan mereka yang mengharapkan lebih banyak kelonggaran ditengah harga asset yang berjatuhan.
Baru-baru ini Citi telah berpendapat bahwa volatilitas saham, ekuitas, dan forex tidak perlu menyebabkan the Fed mengambil langkah mundur atau membuat retorika pengurangan quantitative easing.
Tambahan lagi, jika the Fed bisa mengatur dengan jelas perbedaan antara pengurangan quantitative easing dengan program penghematan, hal ini akan bisa membantu sentimen resiko tetapi juga bisa membuka jalan menuju pengurangan dalam pembelian assets tidak lama lagi. Hal ini akan terbukti memberikan dukungan bagi dolar AS dari sini.
Menjelang Swiss National Bank pada tanggal 20 Juni, Citi melihat sedikit kenaikan pada CHF dengan sedikitnya langkah-langkah untuk melemahkan Swiss Franc.
Resiko turun bagi yen bisa kembali dengan asumsi kita telah menggerakkan kembali USD/JPY ke terendah seperti sebelum pertemuan Kuroda nya BoJ pada April.
Semua diatas bisa jadi memberikan indikasi bahwa kita sedang mendekati dasar dari USD terhadap mata uang utama lainnya.

Harga Emas Berjangka Turun ke Terendah Dalam 3 Minggu

Harga emas berjangka turun ke terendah dalam 3 minggu karena spekulasi bahwa Federal Reserve kemungkinan akan memberikan signal suatu pengurangan pada stimulus ekonomi AS.
Pembuat kebijakan Federal Reserve memulai pertemuan dua hari nya pada hari ini. bank sentral pada saat ini membeli $85 miliar per bulan dari mortgage debt dan treasuries. Ketua Ben Bernanke berkata pada bulan lalu kecepatan pembelian kemungkinan akan di timbang ulang jika outlook lapangan pekerjaan menunjukkan perbaikan yang berkelanjutan.
Menurut laporan Kitco Metal Inc., permintaan emas pisik di Amerika Utara dan Eropa telah turun80 persen dari April.

Harga Emas Berjangka Turun ke Terendah Dalam 3 Minggu
“Setiap orang sedang menunggu pernyataan besok,” Frank Lesh seorang trader pada FuturePath Trading di Chicago, berkata dalam interview melalui telepon.
Harga emas berjangka untuk penyerahan Agustus turun 1.5 persen menjadi $1,362.70 per ons pada 11:36 a.m. di Comex di New York. Sebelumnya harga telah menyentuh $1,360.20, terendah bagi kontrak yang paling aktif sejak 23 Mei
Melewati kemarin, emas telah jatuh 17 persen tahun ini, sebagian karena investor telah kehilangan kepercayaan didalam komoditas emas sebagai penyimpan nilai ditengah rendahnya inflasi. Pemegang emas global di Exchange Traded Product yang di back up dengan metal berharga melanjutkan kejatuhan terendah sejak Maret 2011.