Title Ad

Blog Ekonomi

Blog Ekonomi
Blog Ekonomi

Monday, July 1, 2013

Technical Outlook 1 Juli 2013

Dalam perdagangan awal pekan ini, harga minyak mentah dan harga emas menunjukan posisi menguat.
Meski tidak signifikan, namun secara tren kondisi tersebut memberikan ekspektasi yang positif
baik dari segi teknikal dan fundamental yang ditopang oleh kondusifnya perdagangan yang
dipenuhi oleh momentum jelang rilisnya data non manufaktur Amerika Serikat pada hari ini.


Oil Analyzed by Vibiz Research

Kurs Pound Rebound Terhadap Dollar AS

Pergerakan Poundsterling Inggris pada perdagangan forex hari ini (Senin, 1 Juli 2013, 05:13:19 GMT) terpantau menunjukkan pergerakan naik . Mata uang tersebut dibuka di kisaran 1.5207 di awal perdagangan (00.00 GMT) kemudian menguat sekitar + 13 pips atau sekitar + 0.08 % dan nilai bergulir terpantau berada di kisaran 1.5220.
Kalender ekonomi menunjukkan bahwa Markit (lembaga riset ekonomi dan bisnis) dijadwalkan untuk mengumumkan kepada publik, data terkini mengenai kinerja sektor manufaktur bulan Juni yang diharapkan dapat menunjukkan sinyal positif.
Indikator Manufacturing PMI Juni diharapkan dapat menunjukkan kinerja yang masih ekspansif di bulan tersebut dan diduga akan dapat bertahan di angka 51.3 dari nilai periode lalu yaitu yang juga 51.3. Mata uang Poundsterling Inggris terpantau bergerak menguat merespon dini perkembangan tersebut.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Pound bahwa range normal pergerakan Poundsterling Inggris pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 1.5156 dan level resistance pada kisaran 1.5269. Pound Sterling diperkirakan masih akan bergerak rebound secara terbatas, setelah pada minggu kemarin melemah terhadap Dollar AS.

Kinerja Sektor Manufaktur Kawasan Euro Masih Kontraksi

Pergerakan mata uang Euro dengan kurs Bank Indonesia pada perdagangan mata uang EUR/IDR hari ini (07/01) menunjukkan adanya sentimen negatif terhadap mata uang tersebut, dan tampak sedikit melemah kendati masih berada pada pola bullish ditinjau pada rentang perdagangan dua bulan terakhir.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan bahwa pada analisa kurs BI hari ini Euro terpantau bergerak melemah sekitar -0.3 % terhadap mata uang Rupiah pada perdagangan valas hari ini. Berdasarkan kepada pengumuman rate Bank Indonesia pada hari ini kurs BI (jual) Euro berada pada kisaran Rp. 13004.16/EUR dan kurs BI (beli) sekitar Rp. 12869.96/EUR.
Sentimen positif terhadap Euro nampak agak melemah setelah Markit (lembaga riset ekonomi dan bisnis) melaporkan kepada publik bahwa kinerja sektor manufaktur Itali masih menunjukkan fase kontyraksi kendati mengalami kenaikan yang lebih tinggi dari harapan.
Perkembangan tersebut ditunjukkan dengan adanya kenaikan pada indikator fundamental Italian Manufacturing PMI yang menguat ke angka 49.1 dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 47.3. Adanya laporan tersebut menunjukkan kinerja yang lebih baik dari estimasi sejumlah ekonom, yang memperkirakan hanya akan naik ke angka 47.8.
Selain itu dilaporkan juga bahwa Final Manufacturing PMI untuk kawasan Euro naik ke angka 48.8 dari 48.7 pada periode sebelumnya. Estimasi ekonom 48.7. Angka yang berada di bawah 50.0 ini juga menunjukkan masih terjadinya kontraksi pada sektor ini.